Kerja Kontrak

Kerja kontrak selama 3 bulan, 6 bulan, atau lebih ? Ya itu mungkin menjadi momok yang menakutkan bagi pencari kerja, apalagi jika kontrak akan berakhir, pikiran tak akan tenang karena hanya ada 2 pilihan, diperpanjang atau tidak.

Ada posiitif dan negatif tentang adanya kontrak kerja. Perusahaan tak mungkin memberhentikan pekerja yang berprestasi. Dengan adanya kontrak tersebut seharusnya menjadi pemacu semangat untuk bekerja sehingga perusahaan akan selalu memperpanjang kontrak, bahkan diangkat menjadi karyawan.

Bagi karyawan yang hanya asal – asalah, tentu hal ini akan merugikan, jika penilaian perusahaan kepada pekerja jelek, tak menutup kemungkinan pemberhentian kontrak dilakukan.

Tapi tak hanya itu saja permasalahan kontrak kerja, kadang pula hal ini dimanfaatkan perusahaan untuk mencari pekerja murah. Mereka akan memberhentikan pekerja yang sudah lama di kontrak, kemudian mengontrak pekerja baru dengan gaji yang lebih murah.

Memang tak semua perusahaan melakukan kecurangan tersebut, tetapi seharusnya hal itu bisa dihindari karena sangat merugikan pekerja. Tetapi penghapusan kontrak kerja mungkin juga tidak bisa dilakukan.

Jalan tengahnya adalah selalu menciptakan lapangan pekerjaan, selalu memberbaiki manajemen perusahaan, meningkatkan kompetensi pekerja, serta payung hukum yang melindungi perusahaan dan pekerja,

Iklan

Evaluasi Diri Sekolah (EDS) dan Peran Pemerintah

EDS merupakan evaluasi diri sekolah. EDS tidak hanya sekedar rutinitas tahunan. EDS dilakukan oleh sekolah dengan maksud agar sekolah mengetahui kelemahan dan kekuatan sehingga bisa membuat program untuk meningkatkan pelayanan. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan pasar pendidikan.

Saat ini wali murid memilih sekolah yang baik bagi anaknya, baik dari segi fasilitas maupun KBM. Jika sekolah tidak senantiasa meningkatkan kualitasnya, maka tidak bisa dipungkiri lagi sekolah akan gulung tikar.

Sekolah saat ini sekolah sudah seperti usaha dalam bidang jasa. Pelayanan bagi peserta didik sangat menentukan nasib sekolah. Semakin baik layanannya maka semakin banyak pemilihnya, apalagi jika di dukung dengan prestasi yang baik.

Dengan layanan baik, maka biasanya akan berbanding lurus dengan prestasi yang baik pula. Namun sekolah yang layanannya baik identik dengan biaya yang mahal, sekolah untuk orang – orang berduit. sedangkan sekolah yang murah peminatnya adalah anak – anak orang miskin.

Pemerintah saat ini gencar memperbaiki bidang pendidikan, tetapi sepertinya masih dimanfaatkan oleh pihak – pihak tertentu untuk keuntungan pribadi dan golongan. Proyek – proyek pembangunan sekolah yang seharusnya berkualitas menjadi buruk dengan adanya kolusi dalam penunjukan proyek. Bahkan sekolah pun bisa request untuk minta bantuan, padahal ada sekolah lain yang belum mendapat bantuan sama sekali.

Dalam konteks tersebutlah EDS seharusnya bisa menjadi acuan pemerintah untuk bia melaksanakan pemerataan bantuan pendidikan agar tidak terpusat di beberapa sekolah saja.

Mudah – mudahan wajah cerah pendidikan kita semakin hari semakin tampak, kita sebagai warga harus ikut serta mensukseskan pendidikan.

Meraih Cita-Cita

Meraih cita – cita yang tinggi bukanlah sesuatu yang mudah. Ibarat sebuah perjalanan, ada yang berkelok – kelon dan lurus, ada yang mulus dan terjal, ada yang aik dan turun. Harus membawa bekal yang cukup. Kita harus memiliki kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi segala rintangan. Punya ide kreatif dan inovatif dalam mencari solusi. Selain itu diperlukan juga keyakinan yang tinggi. Hal ini akan tercapi bila dibarengi dengan do’a serta bertawakkal kepada Allah SWT. Mudah – mudahan kita senantiasa mendapatkan kemudahan dalam menghadapi kesulitan, karena sesungguhnya Allah SWT telah berfirman bahwa dibalik kesulitan pasti ada kemudahan…….