Tag Archives: Tradisi

Kegiatan Tradisional dan Budaya Gresik

Berbagai kegiatan yang berupa tradisi-tradisi sejarah di kota Gresik yang sampai saat ini masih di laksanakan oleh masyarakat Gresik adalah:

  • Rebo wekasan
    Sebuah acara unik yang hanya ada di Desa Suci Kecamatan Manyar. Diadakannya setiap hari Rabu terakhir di bulan jawa Sapar setiap tahunnya.
    Hikayatnya, pada masa Sunan Giri di musim kemarau panjang pada hari tersebut telah ditemukan sumber air baru, tentu saja atas petunjuk Sunan Giri dengan “daya linuwihnya”. Rebo wekasan adalah tasyakuran sebagai wujud rasa syukur pada Tuhan yang telah melimpahkan rahmatNya.
    Namun dalam perkembangannya sekarang, Rebo wekasan lebih mirip perayaan Idul Fitri atau Idul adha. Ada acara silaturahim antar kerabat atau tetangga, banyak orang jualan makanan, pakaian, hingga mainan anak-anak. Acara mirip pasar malam atau pasar senggol karena banyak muda-mudi yang mejeng di sana. Selain warga Kecamatan Manyar, masyarakat Gresik banyak yang berkunjung ke acara ini.
  • Kolak ayam masjid Gumeno
    Setiap tanggal 23 di bulan Ramadhan masyarakat desa Gumeno Kecamatan Manyar di Masjid Jami Gumeno memiliki tradisi memasak kolak ayam, warga menyebutnya “kolek ayam” atau “sanggring”.
    Hikayatnya, Sunan Dalem setelah bekerja keras mendirikan masjid ini jatuh sakit. Setelah berbagai obat tidak mempan, di tengah kebingunan ini Sunan Dalem dengan arif dan bijaksana memerintahkan membawa ayam jago untuk disembelih dan dimasak dengan bumbu buatan beliau untuk dijadikan kolak ayam.
    Anehnya setelah buka puasa bersama dengan menu kolak ayam, Sunan Dalem lantas mengumumkan kalau dirinya sembuh dari sakitnya.
    Di masa sekarang tradisi ini semakin meriah dan tidak lagi menjadi milik warga Gumeno saja. Warga dari luar desa bahkan luar daerah banyak yang datang untuk berbuka puasa dengan makan kolak ayam Gumeno.
  • Malem selawe
    Pada hari ke-24 malam atau menjelang hari keduapuluhlima bulan Ramadhan, banyak peziarah di masjid Giri selain nyekar ke makam Sunan Giri, mereka iktikaf berdiam diri di masjid dan memperbanyak amalan-amalan doa.
    Di sepanjang jalan ke makam Sunan Giri selain barisan panjang peziarah, jalanan dipenuhi dengan pedagang kaki lima.
  • Pasar bandeng
    Biasanya diadakan dua hari menjelang malam takbiran Idul Fitri. Untuk menyambut lebaran idul fitri, di pasar kota Gresik dijual ikan bandeng segar yang baru dientas (diambil) dari tambak. Dari bandeng ukuran sedang hingga bandeng besar atau kawak.
    Khusus bandeng kawak di beri tempat khusus yaitu panggung lelang. Bandeng kawak satu ekor beratnya bisa mencapai 10 kg lebih. Dan karena di lelang maka harganya bisa mencapai jutaan rupiah.
  • Haul ulama-ulama besar
    Di Gresik banyak sekali acara peringatan hari meninggalnya ulama-ulama besar. Atau lebih dikenal dengan haul, dan lidah orang Gresik banyak yang menyebut dengan “khol”.
    Dari yang saya tahu, haul ulama-ulama besar yang banyak didatangi warga antara lain Haul Kyai Qomaruddin Bungah dan Haul Kanjeng Sepuh Sidayu. Namun sayang saya belum mengetahui tanggal peringatan haulnya.
    Dan haul-haul ulama besar Gresik lainnya juga masih banyak dengan lokasi yang berbeda pula.

Sumber: Grissee Tempo Doeloe, Dukut Imam Widodo dkk.

Iklan

Damar Kurung Budaya Asli Gresik

damarkurung

Lukisan Damar Kurung dari Gresik

Damar kurung, lampion(kap lampu tradisional) dari kertas dengan kerangka bambu yang di sisi-sisinya dipenuhi dengan lukisan, adalah karya seni tradisional asli dari kota Gresik. Karya seni lukis lampion dengan design unik, berkarakter polos kekanak-kanakan, berhias warna terang kuning, merah, hijau, dan merah jambu tersebut seakan-akan tidak bisa lepas dari nama besar maestronya; Mbah Masmundari. Ya…Mbah Masmundari dan Damar kurung merupakan aset Gresik, bahkan setelah beliau meninggal.


Mbah masmundari memang patut disebut sebagai seorang maestro. Selain karya lukis damar kurung-nya yang sampai saat ini semakin menjadi rebutan para kolektor seni, juga banyak terpasang di beberapa kantor pemerintahan, dan perusahaan. Di antaranya di Kantor Gubernur Jawa Timur, kantor Pemda Kab. Gresik, kantor PT Semen gresik, PT Petrokimia Gresik, dan lain-lain.Karyanya banyak dikenal masyarakat luas sejak di pamerkan di Bentara Budaya Jakarta, nopember 1987.

Selain itu beberapa Presiden yang pernah berkuasa di negri ini pun sudah pernah bertemu dengan “sang maestro” mulai dari Suharto, BJ Habibie, dan Abdurrahman Wahid. belum lagi Tri Sutrisno, Harmoko, Imam Utomo, dan masih banyak pejabat dan pimpinan perusahaan yang pernah menemuinya dan tentu saja mengkoleksi lukisan damar kurung-nya. Suatu sosok yang populer dan sulit dicari bandingannya di kota Gresik ini…….

“Hidup harus terus berkarya. Walaupun sudah mati, orang akan selalu menghargai karya kita sampai kapanpun” kata Mbah Masmundari suatu ketika di usianya yang ke 115 tahun. Suatu totalitas kecintaan terhadap seni dan semangat berkarya yang mengagumkan dan patut selalu kita jadikan tauladan. Terutama bagi warga Gresik.

Apa yang telah beliau berikan semasa hidupnya bagi kelestarian karya seni damar kurung, sudah selayaknya mendapat apresiasi lebih dari pemerintah daerah dan warga Gresik. Dan sudah selayaknya pula kita semua meneruskan apa yan telah beliau wariskan kepada kita semua. yakni dengan melestarikan karya beliau, dan juga menghidupkan seni membuat damar kurung di kalangan masyarakat Gresik. Baik lewat institusi formal maupun informal. Jangan sampai dengan segala kemajuan berpikir dan modernitas yang ada di kota Gresik ini malah mengubur suatu tradisi dan krya seni tradisional yang sudah memberikan nama harum kota gresik

BATIK BUDAYA INDONESIA

Mengutip dari Kompas,

Tahun 2009, sebanyak 111 dari total 160 negara anggota UNESCO mengajukan salah satu budayanya untuk dikukuhkan sebagai ICH. “Batik adalah salah satu yang terunggul untuk menjadi warisan budaya dunia bukan benda, tapi keputusan baru diberikan tanggal 2 Oktober pukul 16:00 waktu setempat atau 20:00 WIB,” papar Aurora.

Karena itu mari kita berbangga diri untuk memakai batik untuk melestarikan dan membudayakan ciri khas batik Indonesia. Pada tanggal 2 Oktober 2009 ini salah satu badan PBB yang mengurusi pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya, UNESCO akan menetapkan batik sebagai warisan budaya Indonesia yang masuk pada warisan dunia bukan benda (Intangible Cultural Heritage/ ICH).

SELAMAT IBU PERTIWI…BUDAYAMU TELAH DIAKUI OLEH DUNIA…

MARI KITA PAKAI BATIK PADA TANGGL 2 OKTOBER 2009 SEBAGAI WUJUD RASA BANGGA MEMILIKI BATIK.